Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Mengenal Potensi Wisata Kabupaten Bulukumba

Posted by Amhy Senin, 06 Januari 2014 0 comments
Kabupaten Bulukumba  merupakan kabupaten yang terletak di ujung bagian selatan ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan, yang terkenal dengan industri perahu phinisi yang banyak memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah.
Luas wilayah kabupaten Bulukumba 1.154,67 Km2 dengan jarak tempuh dari Kota Makassar sekitar 153 Km[1]. Tidak dapat dipungkiri Bulukumba sebagai salah satu kabupaten yang menjadi objek wisata para wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Daerah yang dikenal dengan motto “Bulukumba Berlayar” ini memiliki alam yang indah dan sangat prospek untuk agrowisata. Di samping itu, ada wisata budaya dan wisata religius, serta wisata teknologi. Potensi itu merupakan aset besar dan akan berkontribusi bagi peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor pariwisata.
Beberapa Obyek Wisata Andalan Bulukumba :

Pantai Bira
Pantai Bira
Pantai Bira terletak di Kecematan Bonto Bahari, 42 Km ke arah timur dari Ibu Kota Kabupaten. Tanjung bira terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur. Disini kita dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau nenbersit pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer.
Adat Ammatoa
Kawasan Adat Ammatowa
Terletak di Desa Tanah Towa Kecamatan Kajang, berjarak 56 Km dari Ibu Kota Bulukumba. keteguhan masyarakatnya berpegang pada pesan-pesan leluhurnya yang disebut PASSANGNGA RI KAJANG membuat keaslian Budaya dan Alamnya tetap bertahan.

Perahu pinisi
Kawasan Pembuatan Perahu Pinisi
Terletak di Tanahberu, Bontobahari. 24 Km dari kota Bulukumba. Tanahberu merupakan simbol kabupaten bulukumba sebagai bumi panrita lopi.





Makam Dato Tiro
Makam Dato Tiro
Terletak di kecamatan Bontotiro. Maulana abdul jawad khatib bungsu adalah nama asli dari dato tiro. Beliau adalah seorang penyiar agama islam di sulawesi selatan.



Pantai Lemo-Lemo
Pantai Lemo-Lemo
Sekitar 7 Km dari Tanahberu terdapat lokasi pengembangan parawisata. Luas kawasan ini 508 Ha.





Pantai Mandala Ria
Pantai Mandala Ria
Terletak di desa Lambanna Ara. Sebut Mandala Ria karena di tempat inilah Panglima Mandala memesan 24 kapal pendarat dalam rangka pembebasan Irian Jaya dari kolonial Belanda. Di tempat ini terdapat Goa Passohara yang di dalamnya terdapat sumber mata air.
Pantai Samboang
Pantai Samboang
Terletak di Desa Eka Tiro Kecamatan Bonto Tiro. Memiliki panorama yang indah dan lekukan bibir pantai yang landai serta terumbu karang.




Permandian Alam Hila-Hila
Permandian Alam Hila-Hila
Tak jauh dari Makam Dato Tiro, terdapat permandian alam Hila-Hila berupa sungai yang aliran arusnya tidak deras. Airnya jernih dan udaranya sejuk.




Permandian Alam Bravo
Permandian Alam Bravo
Berjarak 34 di sebelah barat bulukumba. Terdapat  di kaki gunung bawa karaeng, pada ketinggian 715 meter di atas permukaan laut terdapat permandian alam air terjun.




Permandian Alam Limbua
Permandian Alam Limbua
Permandian Alam Limbua terletak di Desa Hila-Hila Kecamatan Bonto Tiro, 1 Km dari Makam Dato Tiro. Tempatnya yang dikelilingi pohon rindang dan siulan kicau burung, permandian ini juga menyatu dengan laut. Tempat ini juga memiliki keunikan yaitu airnya tetap tawar walaupun bercampur dengan air laut.



Perkebunan Karet
Perkebunan Karet
Tempat ini merupakan kawasan objek wisata Agro yang menyebar di dua tempat yakni pallangisang estate dan ballombissie estate. Membuka akses ke puncak karang puang di desa barugae kecamatan bulukumpa sedangkan di palangisang estate anda dapat berkunjung di pabrik pengolahan karet sekaligus di Bulupadido.[2]


Hanya saja, potensi yang memantik naluri wisata ini harus bisa dikelola secara maksimal sebab sarana dan prasarana penunjang menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan wisatawan untuk berkunjung. Pencanangan Bulukumba untuk dijadikan destinasi wisata menumbuhkan harapan besar bagi masyarakat Bulukumba. Karena akan berimplikasi pada tumbuhnya industri pariwisata dan penyerapan tenaga kerja.

Oleh Amiruddin
Fakultas Hukum Unhas 10'




[1]  Wikipedia.org
[2]  Bulukumbatourism.com/Litbang
Read More..

STUDY FIELD PERKAMPUNGAN KERA – KERA

Posted by Amhy Jumat, 27 Desember 2013 0 comments
Wilayah Kera-kera merupakan suatu wilayah yang terletak dibagian barat Universitas Hasanuddin, kera-kera yang dahulunya merupakan wilayah tamalanrea Makassar kini menjadi bagian dari kelurahan tamalanrea indah makasar.
Sejarah
            Awal kemunculan kata Kera-kera yaitu pada  zaman kerajaan, ketika warga tidak dapat menentukan nama setiap wilayah pada saat itu. Kata kera-kera berasal dari bahasa indonesia yaitu “kira-kira” yang artinya mengira-ngira atau berfikir dahulu. Wilayah Unhas yang sekarang dipenuhi oleh gedung-gedung perkuliahan dahulunya merupakan perkampungan warga kera-kera, misalnya daerah fakultas kedokteran hingga baruga sekarang, adalah daerah yang dulunya bernama “Bontotinggi” dan daerah FIS yang sekarang, tapi dulu bernama “Bontosugi”.
            Sejak tahun 1978 pembangunan Unhas kemudian diperluas, sehingga pada saat itu terjadi pembongkaran dan penggusuran warga. Pihak birokrasi unhas menjanjikan beberapa hal kepada warga diantaranya ganti rugi dan mempekerjakan warga di Unhas, baik itu sebagai Cleaning Service, Office Boy, dan staff pegawai. Harga tanah  pada saat itu 500 rupiah per meter.
            Pada tahun 1979 kemudian warga merasa Unhas tidak menepati kesepakatan tersebut, sehingga warga melakukan demonstrasi pembebasan tanah mereka. Pada tahun 1981 Unhas diresmikan kemudian mengklarifikasi mengenai pembayaran tanah warga bahwa semua pembayaran telah dilunasi kepada warga. Akan tetapi, pembayaran itu melalui perantara pengurus pembebasan tanah yang kemudian hingga sekarang warga tidak mengetahui siapa dan dimana oknum-oknum tersebut, yang telah mengambil uang rakyat atas pembayaran tanahnya dari Unhas.
            Berdasarkan keterangan warga, oknum-oknum tersebut yang tidak menyampaikan informasi yang jelas terhadap pembayaran tanah warga, “Kemungkinan besar ada kerjasama antara pihak Unhas dan Pengurus Pembebasan tanah tersebut dengan pihak Unhas” kata Abu Bakar salah seorang warga yang merupakan  ketua RT 004 Kera-kera.
            Sebelumnya warga pada saat berurusan dengan pihak pengurus tersebut dijanjikan akan melakukan pembaharuan surat-surat, sehingga sebagian warga menyerahkan surat-surat tanahnya tapi ada juga yang tidak mau, hingga pada akhirnya ternyata tanah tersebut sudah menjadi milik Unhas tanpa sepengetahuan warga. “Warga saat itu hingga sekarang bisa melawan akan tetapi tidak dapat mengalahkan” kata pak Abu Bakar.
            Hingga hari ini, sebagian keturunan asli warga kera-kera masih bertahan di tanah kelahiran mereka yang masih tersisa, hidup dengan perekonomian yang sulit dan rasa cemas dari perebutan tanah yang menghantui disetiap harinya. perebutan tanah dari oknum yang tidak bertanggung jawab seperti sudah menjadi bagian dari hidup mereka.
Ekonomi
Masalah perekonomian warga kera-kera merupakan masalah pokok yang kelompok kami anggap  berdampak besar dan sistemik terhadap kehidupan masyarakat. Akar masalahnya yakni sangat minimnya peran pemerintah dan pihak unhas sendiri untuk mencoba membangun kesejahteraan masyarakat serta minimnya pengetahuan masyarakat untuk coba menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan usaha-usaha yang telah ada. sektor pendidikan, usaha kerja dan infrastruktur jalan, penerangan serta keterjangkauan air bersih dari PDAM merupakan sektor yang paling minim memperoleh bantuan dari pihak pemerintah dan pihak unhas.  Kemudian dari akar masalah tersebut maka muncullah masalah-masalah berikutnya seperti tingginya jumlah pekerja informal (serabutan) disebabkan ketersediaan lapangan kerja yang minim dan besarnya pengharapan warga masyarakat terhadap penghasilan dari penjualan minuman tradisional “ballo” yang notabene hasil produksinya tidak menentu dan juga pendapatan yang tidak menentu. Dan ada juga sebagai pegawai di unhas dirasa belum mencukupi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. untuk mensiasati kondisi tersebut sebagian besar warga berinisiatif untuk mencari sumber pendapatan lain seperti mengelola tambak ikan, dan mengojek.
Hal-hal diatas kemudian  yang menyebabkan pendapatan warga kera-kera tidak tetap sehingga membuat warga masyarakat rentan terhadap masa depan disamping adanya kasus-kasus sengketa lahan yang juga mengancam kepemilikan lahan warga yang notabene merupakan salah satu investasi yang bernilai tinggi dan masih dimiliki oleh warga sampai saat ini.    
Kesehatan
Berdasarkan yang kelompok kami lakukan dengan memeriksa kesehatan warga melalui cek tekanan darah kebanyakan warga mengalami penyakit Hipertensi. Masalah ini sangat erat kaitannya dengan masalah ekonomi warga. Sehingga akibat dari itu pola hidup mereka menjadi kurang baik. Karena pekerjaan warga kera-kera yang umumnya berbentuk informal mengakibatkan pendapatan mereka juga rendah. Pendapatan yang rendah mengakibatkan sebagian warga menjadi stress. Agar dapat menghilangkan stress tersebut, warga melampiaskannya ke rokok dan minum ballo. Jika kita analisis dengan baik, tidak hanya karena untuk menghilangkan stress mereka merokok, namun didukung juga oleh harga rokok yang murah. kebiasaan merokok ini mengakibatkan beberapa masalah kesehatan misalnya hipertensi dan sesak napas.
            Begitupun halnya dengan minum ballo, mereka tidak hanya meminum ballo karena untuk menghilangkan stress tetapi karena mereka juga menjadikan produksi minuman ballo sebagai mata pencaharian tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  Minuman ballo ini juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan seperti hipertensi dan kerusakan lambung.
Akibat pendapatan yang rendah pula, maka warga disana memilih untuk mengkonsumsi makanan yang murah meriah misalnya ikan kering asin, namun mereka tidak tahu akibat yang dapat timbul jika mengkonsumsi ikan asin tersebut. oleh karena itu banyak warga disana yang terkena hipertensi disebabkan kandungan garam yang tinggi di dalam ikan kering asin tersebut.
Pendidikan
Dalam aspek pendidikan di kera-kera cukup memperihatinkan. Lagi-lagi karena keterbatasan ekonomi, sehingga mereka sulit untuk mengakses pendidikan yang layak. Sebagai sebuah akibat dari perjalanan sejarah tingkat pengetahuan dan pendidikan warga yang masih minim sehingga menjadi korban pembodohan pada masa itu. Pak Nurdin salah satu warga mengatakan “itumi kekurangannya warga kita dulu, karena masih kurang berpendidikan, sampai-sampai gampangki’ dibodoh-bodohki”. Namun ketika kita melihat sekarang karena warga juga sudah banyak mengalami perubahan, sehingga  mereka punya keinginan yang besar  untuk membangun dan mengembangkan potensi yang ada pada masyarakat kera-kera, Masyarakat membuat sekolah sendiri walaupun tanpa bantuan dari Pemerintah. Banyak kekecewaan masyarakat akan hal ini karena tuntutan pendidikan bagi mereka adalah hal yang paling utama untuk anak-anak mereka. Adapun sekolah yang dibentuk hanya Taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Hal ini murni karena inisiatif masyarakat sendiri, dengan dana dari sumbangsi para warga. Banyak kekhawatiran masyarakat akan masa depan anak-anak mereka apakah harus berhenti setelah tamat SD atau harus keluar dari kera-kera untuk menuntut pendidikan yang lebih baik. Ada dari mereka yang dengan berani mendaftar di SMPN tapi mereka ditolak karena mereka berasal dari sekolah yang mutu pendidikannya rendah. Inilah yang menjadi permasalahan utama di masyarakat Kera-kera sekarang. Adanya harapan besar untuk peningkatan pendidikan di kera-kera menjadikan kami untuk menjadikan  ini sebagai rumusan masalah untuk menemukan solusi terbaik untuk masalah ini.   
Sosial dan Budaya
            Suasana perkotaan yang padat dengan aktivitas, cenderung membuat manusia untuk bekerja sesuai kepentingannya masing-masing. Namun, di tengah padatnya aktifitas kota, sebuah desa di pinggiran pusat pendidikan kota besar, masih terdapat kentalnya interaksi sosial antar tetangga. Kera-kera adalah salah satu dari beberapa perkampungan yang masih bertahan di tengah kota besar seperti Makassar.
            Perkampungan kera-kera merupakan bagian dari kelurahan Tamalanrea Indah, Makassar. terdapat 7 Rukun Warga. kera-kera sendiri merupakan RW 006 yang didalamnya terdapat 4 RT. salah satu RT tersebut bernama Kalibimbi yang merupakan RT 004. mata pencarian warga juga beragam, sebagian masih bergantung kepada produksi minuman tradisonal yang berasal dar pohon Nipa, menjadi pengendara Ojek motor, dan beberapa menjadi tenaga pekerja di UNHAS dan POLITEKNIK.
            Suasana ramah tamah warga kera-kera dapat dirasakan meskipun kita bukan bagian dari warganya, Saling menolong antar tetangga nampaknya sudah membudaya, mulai dari aktifitas kerja bakti yang saat ini masih konsisten dilaksanakan warga ditiap akhir pekan. beberapa kepala rumah tangga juga tak sungkan membagikan listriknya kepada warga yang tidak mampu mengakses fasilitas listrik. saat ada warga yang ingn melangsungkan acara pernkahan, seluruh warga kalibimbi pun turut serta membantu keluarga mempelai untuk melancarkan acara pernikahan. bahkan untuk urusan kebidanan, warga yang kesulitan perekonomian mempercayakan kandungannya kepada salah seorang warga yaitu Mbah Bada’, 63thn, yang mampu membantu kebidanan non-medis.
            Warga desa kera-kera beragam khususnya daerah Kalibimbing, ada yang merupakan warga asli yang merupakan keturunan, ada pula yang pendatang yang menjadi bagian dari warga, terdapat satu kepala keluarga yang merupakan pendatang dari Maumere, Flores. namun hal tersebut tidak menjadi alasan untuk mereka berpandangan beda. kerjasama dari warga menghasilkan banyak pembangunan nyata seperti Sekolah dan Masjid yang murni merupakan inisiatif dari warga sendiri. Kesulitan air bersih diwilahay kalibimbi membuat warga berinisiatif membuat saluran air yang berasal dari Polteknik maupun menggali sumur.
            Namun, produktifitas dari warga masih dihantui dari rasa tidak aman dari masalah persengketahan tanah. sedikit demi sedikt tanah yang mereka pijaki menjadi milik orang lain, pembangunan kota juga berdampak kepada masalah kebersihan lingkungan desa, empang yang berada didesa kera-kera yang menjadi mata pencaharian penduduk sekitar menjadi tercemar akibat pembangunan tersebut, membuat permasalahan ekonomi warga bertambah.

            Kera-kera adalah salah satu wilayah perkampungan di kota besar Makassar yang masih bertahan dengan perekonomian yang sulit, pembangunan kota perlahan membuat mereka semakin terasingkan, dan perenggutan lahan melengkapi ketidak nyamanan mereka untuk hidup aman. 
Read More..

The Young Guardian of Constitution

Posted by Amhy Senin, 16 Desember 2013 0 comments
Catatan Asrianto Sultan May 24, 2011 at 12:02am
Keluarga Besar MCC Konstitusi
Di akhir karir sebagai seorang mahasiswa, mengambil keputusan selain untuk segera menyelesaikan skripsi dan mengejar wisuda terdekat bisa jadi berbuah mimpi buruk di siang bolong dengan segala konsekuensi-konsekuensi penyesalan yang menyertainya. Nanti tidak fokus buat penelitiannya, bisa jadi skripsinya terbengkalai, nanti tidak dapat wisuda bulan *tiiit*, nanti waktunya dibuang-buang, nanti dibilang ketuaan untuk ikut lomba-lomba demikian, dan pengandaian sejejeran nanti-nanti lainnya.

Ternyata, hal tersebut tidak berlaku pada keputusan untuk ikut serta menjadi bagian dari keluarga besar MCC Konstitusi. Konsekuensi dan akibat dari keputusan ini, jujur saja telah ditimbang sedemikian rupa, direnungkan dalam-dalam, dan dikonsulkan ke sana ke sini, tapi hasilnya adalah tetap ikut menjadi salah seorang yang beruntung itu. Kenapa bisa dikatakan menjadi salah seorang yang beruntung, tiga jawaban utamanya adalah (1) beruntung karena bertemu dan mengenal orang-orang unik dengan berbagai warna yang dibawanya, (2) beruntung karena dapat menjadi bagian dari cerita-cerita menarik yang telah ditorehkan di dalamnya, dan (3) beruntung karena bersama-sama mereka dapat mengukir prestasi yang bisa dikatakan hebat pada zamannya.

Note yang sedang teman-teman baca ini adalah note pertama dari tiga rencana note yang akan dituliskan tentang MCC Konstitusi. Tiga note ini nantinya diharapkan dapat mewakili semua hal yang telah terjadi selama MCC Konstitusi berlangsung. Untuk note pertama ini, saya akan fokuskan pada pendeskripsian orang-orang unik MCC Konstitusi beserta warna-warna yang dibawanya ke dalam tim, yang tentu saja apa-apa yang dituliskan di sini hanyalah sebuah penilaian subjektif semata, yang apabila ada yang tak berkenan mohon diberitahukan dan mohon dimaafkan. Saya menyebut mereka sebagai THE YOUNG GUARDIAN OF CONSTITUTION *keren toh?*, siapa-siapa sajakah mereka? Bagaimana kepribadian mempengaruhi attitude mereka? hal unik apa yang mereka miliki? hal mencolok apa yang membuat kita mengingat mereka? Dan sebagainya. Berikut di bawah ini saya jelaskan dan paparkan sedemikian rupa.

DZIQRA MAULIANA
Idealisme dan kerja keras pantang menyerah yang ditunjukkan oleh teman-teman anggota tim selama MCC Konstitusi ini berlangsung, telah membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Gelar juara 1 telah menempel seumur hidup di dada, piala yang dibawah pulang akan tetap kokoh selama-lamanya, tapi sayangnya untuk persoalan uang hadiah, tak cukup seminggu sudah raip setengahnya bahkan semuanya *dibayarkan utang, hahahah*. Berhubungan dengan alasan idealisme itulah, orang pertama yang beruntung untuk dideskripsikan di note ini adalah wanita yang dalam dunia kungfu perfesbukan memiliki nama lengkap Idealisme Generasi Muda, yang nama aslinya adalah Dziqra Mauliana.

Cewek ini mengaku diri dan jelas-jelas dipaksa sebagai cewek keturunan arab Afganishtan, alasannya tidak begitu masuk akal, hanya karena garis wajah agak oval dan hidung yang sedikit mancung. Bila diperhatikan indikator-indikator ciri lainnya, maka menurutku kita tidak usah jauh-jauh sampai ke arab sana: kulit hitam manis, rambuk ikal berombak, mata hitam sayu kesyahdu-syahduhan *mirip penyanyi dangdut tahun ’90 an*, dan tubuh ramping alih-alih ringan. Dapat disimpulkan bahwa cewek ini adalah keturunan yang tidak lebih dari bentangan mulai Pinrang sampai Pangkep: alias Buginese.

Panggilan sehari-harinya adalah Dziqra, yang menurutku dan sampai saat ini masih ku cari-cari jawabannya dan belum ditemukan bahwa pasti ada panggilan lainnya yang lebih familiar dengan dirinya *jujur: tidak mungkin nama sekeren itu, juga adalah panggilannya di rumah, pasti ada panggilan lainnya yang lebih gokil, iya toh. Kira-kira sebagai contoh nama seorang bernama Indo Tuo dipanggil Iin supaya keren, Indo Mella dipanggil Imel, dan lain-lain *Mengerti meki pastinya toh, apa kira-kira itu namanya Dziqra di rumah di’?*. Dziqro juga sering dipelesetkan sedikit dengan nama Dziqro, dengan penekanan pada huruf "O" nya yang kalau diucapkan harus ada nada-nada bergetar di bagian langit-langit rongga mulut. Coba bede eeeee... *paling pas itu kalau Hati yang ucapkan, khas dan bergetar pada “O” nya, hahahahah, ngawur ka*.

Berbicara tentang Nekens (sebuah organisasi tak jelas yang didirikan oleh orang-orang yang tak jelas dengan tujuan yang tak jelas pula), cewek ini adalah radikal ekstremisnya. Tak tanggung-tanggung, berbagai cara dihalalkan hanya untuk membuat seorang demi seorang anggota tim bersedia dengan sukarela menjadi anggota Nekens (disuap es kelapa muda saja, mau mi jadi anggota, de ga ga). Bahkan suatu ketika, karena onar Nekens ini, pernah terjadi saling klaim tempat dan barang yang tak masuk akal, sungguh perkumpulan orang-orang aneh (hanya sekedar info, kerelaan dan kesediaan yang telah kami tunjukkan untuk menjadi anggota Nekens hanyalah di mulut saja dan hanya untuk menipu lawan). Menanggapi hal tersebut, dibuatlah secara diam-diam organisasi Anti Nekens bernama Kekens. Kekens digalakkan melalui gerakan bawah tanah intensif yang dikomandoi secara penuh oleh Muhammad Fahmi Zaimir *sang idola*. Tak perlu menunggu waktu lama untuk melihat keberhasilan demi keberhasilan yang telah dicapai Kekens: retaknya hubungan dan komunikasi antar anggota Nekens, perseteruan hebat antara Dziqra dan Hati yang berujung pada penguduran diri Hati dari Nekens, belum diterimanya judul Ketua Dewan Pertimbangan Nekens *hahahah, tidak ada maksud ini bro, semoga cepat masuk judulnya* karena diam-diam Bu *tiiit* dan Prof *tiiit* setuju dengan pendirian Kekens, sehingga segala gerakan dan kepetingan Nekens dan anggota-anggotanya harus diembargo bagaimanapun caranya. Berjayalah Kekens, tumpas habis Nekens dan kroni-kroninya.


*HARAP BERSABAR, NOTE INI MASIH DALAM TAHAP KONSTRUKSI DAN PENULISAN*
Read More..

Konsep Diri

Posted by Amhy 0 comments

- yakin akan kemampuan untuk mengatasi masalah
- setara dengan orang lain
- tidak minder tapi juga tidak sombong
- siap untuk diingatkan/dikritik
- menerima pujian tanpa rasa malu
- mampu memperbaiki diri
- mengungkapkan aspek dirinya

Penerimaan diri
- selalu bersyukur dgn apa yg dimiliki
- jangan mengkritik diri sendiri
- menerima pujian
- tanamkan pikiran bahwa kita akan berhasil dan bahagia
- membaca buku-buku orang hebat, pahlawan
- menggali potensi dan memanfaatkan peluang
Read More..

Inspirasi : Jangan Mengeluh (sebuah kisah nyata)

Posted by Amhy Senin, 01 April 2013 0 comments
Alkisah, ada seorang bangsawan kaya raya yang tinggal di sebuah daerah padang rumput yang luas. Suatu hari, karena ternak yang dipunyainya semakin banyak, sang bangsawan memilih 2 orang anak muda dari keluarga yang miskin untuk dipekerjakan. Yang berbadan tinggi dan tegap dipekerjakan sebagai pengurus kuda. Sedangkan yang berbadan kurus dan lebih kecil dipekerjakan sebagai pengurus ternak kambingnya. Setelah beberapa saat, si badan tegap dengan arogan berkata kepada si badan kecil: "Hai sobat. Aku lebih besar badannya dari badanmu. Aku juga lebih tua darimu. Mulai besok, kita bertukar tempat. Aku memilih untuk mengurus kambing. Dan kamu menggantikan aku mengurus kuda. Awas kalau tidak mau! Dan awas ya, jangan laporkan masalah ini ke tuan kita! Kalau kamu berani lapor atau menolak, tahu sendiri akibatnya! Aku habisi badan kecilmu itu!" Sore hari, dengan muka murung dan langkah gontai dia pulang ke rumah. Sesampai di rumah, melihat muka murung dan kegalauan anaknya, si ibu bertanya: "Nak, ada apa? Ada masalah apa? Coba ceritakan ke ibu". Dengan kasih sayang dan kelembutan, mereka berbincang saat makan malam. Si anak pun menceritakan peristiwa yang tadi terjadi. Dengan bersungut-sungut si anak melanjutkan: "Sungguh tidak adil kan, Bu. Dia mengancam dan memaksa aku untuk mengurus kuda-kuda liar. Dia yang berbadan besar memilih mengurus kambing. Badanku kecil begini, bagaimana aku bisa mengejar-ngejar kuda yang begitu besar. Aduuuh Bu...sungguh jelek nasibku." Sambil menunduk lesu dia menghabiskan santap malamnya. Si ibu dengan senyum bijak berkata, "Nak. Semua masalah pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi, dan terima dengan besar hati. Tidak usah memusuhi dan membenci temanmu itu. Ibu percaya, semua kesulitan yang akan kamu hadapi, jika kamu mampu belajar dan kerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat dan bermanfaat untuk masa depanmu." Sejak saat itu, si anak kurus itu dengan susah payah setiap hari bergelut dengan pekerjaan mengurus kuda-kuda yang bertubuh tegap, besar, dan masih liar. Dia harus jatuh bangun mengejar mereka, kadang terkena tendangan, bahkan pernah terinjak hingga terluka parah. Dari hari ke hari keahlian dan kemampuannya menguasai kuda-kuda pun semakin membaik. Tidak terasa, tubuhnya pun berkembang menjadi tinggi, tegap dan perkasa. Hingga suatu hari, terjadi pecah perang antarnegara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Dan si pemuda pun terpilih sebagai pemimpin pasukan berkuda karena kepiawaiannya mengendalikan kuda-kuda. Di kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin dan memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya dan dikenal banyak orang karena kebesaran namanya. Dia adalah pemimpin bangsa mongol yang tersohor, bernama: Genghis Khan Sahabat yang berbahagia, Dalam putaran kehidupan sering kali kita dihadapkan pada keadaan yang sepertinya membuat kita dirugikan, menderita, dan kita pun tidak berdaya kecuali harus menerimanya. Kalau kita larut dalam kekecewaan, marah, emosi, pasti kita sendiri yang akan bertambah menderita. Lebih baik kita anggap ketidaknyamanan sebagai latihan mental dan kesabaran. Mari berjiwa besar dengan tetap melakukan aktivitas yang positif, sehingga sampai suatu nanti pasti perubahan lebih baik, lebih luar biasa akan kita nikmati! Salam sukses, Luar Biasa!
Read More..

Pengalaman Baru

Posted by Amhy Minggu, 31 Maret 2013 0 comments
Tak terasa sudah dua hari dua malam tidurnya jam 08.00 Pagi, ini semua berawal dari sebuah rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang tinggi. Blog, yah semua tentang Blog, dengan sedikit mengandalkan keterampilan menggunakan keyword pada Om Google dan ditambah juga dengan ilmu dari seorang senior "K'Bahar" telah memberikan masukan yang luar biasa. hari ini sudah pukul 06.30 Pagi tapi mata masih melek. Mengotak-atik Blog dan akhirnya sedikit demi sedikit lebih tahu tentang cara memodifikasi Blog. Mungkin untuk hari ini cukup, nanti kita lanjut lagi ceritanya jika ilmu tentang Blog sudah mapan. thank U :)
Read More..

Birokrasi Max Weber

Posted by Amhy Rabu, 07 September 2011 0 comments
Max Weber
Max Weber menggambarkan tipe birokrasi ideal dengan membuatnya lebih berbentuk organisasi rasional dan efisien yang dikarakteristikkan  sebagai dominasi karismatik dan tradisional.
Dalam pengamatan Weber, desain organisai melibatkan dominasi, dalam arti bahwa kewenangan melibatkan hak yang sah untuk meminta kepatuhan dari orang lain. Menurut Weber dalam penelitian tentang struktur organisasi, struktur birokrasi adalah struktur yang lebih unggul dari segala bentuk yang lain dalam hal ketepatan, stabilitas, keketatan dalam hal, kedisiplinannya dan kehandalannya. Dibandingkan dengan organisasi lain, birokrasi dapat diibaratkan sebagai produksi dengan bantuan mesin dibandingkan produksi yang hanya menggunakan tangan.
Sebagai organisasi yang menekankan disiplin, birokrasi menurut Weber, adalah organisasi yang dapat digunakan sebagai pendekatan efektif untuk mengontrol pekerjaan manusia, sehingga sampai pada sasarannya, karena organisasi birokrasi memiliki struktur yang jelas tentang kekuasaan, dan orang yang mempunyai kekuasaan mempunyai pengaruh, sehingga dapat memberi perintah untuk mendistribusikan tugas kepada orang lain (Robert denhard; dalam Dara, 2003).
Menurut Weber, tipe ideal birokrasi yang rasional itu dilakukan dalam cara sebagai berikut :
Individu pejabat secara personal bebas, akan tetapi dibatsi oleh jabatannya pada saat dia menjalankan tugas atau kepentingan individual dalam jabatannya. Pejabat tidak bebas menggunakan jabatannya untuk keperluan dan kepentingan pribadinya termasuk keluarganya;
1.  Jabatan-jabatan itu disusun dalam tingkatanhierarkis dari atas ke bawah dan kesamping. Konsekuensinya ada jabatan atasan dan bawahan, dan ada pula yang menyandang kekuasaan lebih besar, dan ada yang kecil;
2.  Tugas dan fungsi masing-masing jabatan dalam hierarki itu secara spesifik berbeda satu sama lainnya;
3.  Setiap pejabat memiliki kontrak jabatan, yang harus dijalankan. Uaian tugas (job description) masing-masing pejabat merupakan dominan yang menjadi wewenang dan bertanggung jawab yang harus dijalankan sesuai dengan kontrak;
4.  Setiap pejabat diseleksi atas dasar kualifikasi profesionalitasnya, idealnya hal tersebut dilakukan melalui ujian yang kompetitif;
5.  Setiap pejabat mempunyai gaji termasuk hak untuk menerima pensiun sesuai dengan tingkatan hierarki jabatan yang disandangnya. Setiap pejabat bisa memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan jabatannya sesuai dengan keinginannya dan kontrak nya bisa diakhiri dalam keadaan tertentu;
6.  Terdapat struktur pengembangan karier yang jelas dengan pomosi berdasarkan senioritas dan merit sesuai dengan pertimbangannya yang objektif;
7.  Setiap pejabat sama sekali tidak dibenarkan menjalankan jabatannya dan resources instansinya untuk kepentingn pribadi dan keluarganya;
8.  Setiap pejabat berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin (Weber, 1978 dan Albrow, 1970)
Dalam tipe ideal birokrasi yang rasional yang dikemukakan oleh Weber tersebut tersirat intisari bahwa seorang pejabat politik tidak diperkenankan lebih mementingkan kepentingan individualnya daripada kepentingn umum, sama hanya dalam pilkada, elit bbirokrasi atau pejabat birokrasi harus bisa netral karena adanya batasan jabatannya.
Menurut David Beetham (1975), Weber memperhitungkan tiga elemen pokok dalam konsep birokrasinya. Pertama, birokrasi dipandang sebagai instrumen teknis. Kedua, birokrasi dipandang sebagai kekuatan yang independen dalam masyarakat, sepanjang birokrasi mempunyai kecenderungan yang melekat pada penerapan fungsi sebagai instrumen fungsi tersebut. Ketiga, pengembangan dari sikap ini karena birokrat tidak mampu memisahkan perilaku mereka dari kepentingannya sebagai suatu kelompok partikular. Dengan demikian birokrasi dapat keluar dari fungsinya yang tepat karena anggotanya cenderung datang dari klas sosial yang partikuler tersebut.
Elemen kedua dan ketiga dari birokrasi Weberian atas, mengndung pandangan Weber terhadap peranan politik dalam birokrasi. Ada faktor yang bisa mempengaruhi proses tipe ideal birokrasi. Kehidupan birokrasi tampaknya sudah diperhitungkan tidak mungkin bisa dipisahkan dari politik.

Dalam otoritas birokrasi, Max weber mengemukakan, ada tiga tipe otoritas yaitu pertama, otoritas kharismatik, suatu kepentingan yang dibenarkan kerena orang memeberikan tatanan, memiliki beberapa kesucian  atau semua karakteristik yang dikenal. Kedua, otoritas tradisional dimana semua perintah mungkin dipatuhi karena adanya rasa hormat terhadap pola-pola tatanan lama yang mapan. Ketiga, otoritas legal dimana manusia mungkin percaya bahwa seseorang yang memberikan tatanan adalah berbuat sesuai dengan tugas-tugasnya sebagaimana yang di dalam suatu kitab undang-undang dan peraturan.
Read More..

Birokrasi Karl Marx

Posted by Amhy Rabu, 06 April 2011 0 comments
Karl Marx
Karl Marx mulai mengelaborasi konsep birokrasi dengan menganalisa dan mengkritik falsafah Hegel mengenai negara yang menganalisis bahwa administrasi negara atau birokrasi sebagai suatu jembatan antara negara (pemerintah) dengan kelompok masyarakat, dimana kelompok masyaakat terdiri dari kelompok kepentingan khusus (particular interest) yang diwakili oleh kelompok para pengusaha dan kelompok profesional, sedangkan kelompok kepentingan umum (general interest) diwakili oleh negara. Diantara keduanya pemerintah merupakan perantara yang memungkinkan pesan-pesan kpentingan khusus tersalurkan ke kepentingan umum, sehingga birokrasi juga diharuskan pada posisi netral.
Menurut Marx, negara itu tidak mewakili kepentingan umum, tetapi mewakili khusus  dari kelas dominan. Dari perspektif ini, birokrasi merupakan kepentingan partikular yang mendominasi kepentingan partikular lainnya. Kepentingan partikular yang memenangkan perjuangan klas itulah yang dominan dan berkuasa. Birokrasi merupakan suatu instrumen dimana klas dominan melaksanakan dominasinya atas klas lainnya. Dalam hal ini kepentingan birokrasi pada tingkat tertentu menjalin hubungan intim dengan klas dominan dalam suatu negara. Dari sinilah netral atau tidak netral birokrasi mulai dibicarakan.
Pemikiran Hegel dan Marxs, pada prinsipnya menempatkan posisi birokrasi sebagai satu kelompok kepentingan tersendiri. Hegel menekankan bahwa birokrasi merupaakan penengah antara negara dan masyrakat yang harus netral sedangkan Marx menekankan bahwa birograsi juga merupakan klas tersendiri yang tidak mungkin netral melainkan berpihak pada klas yang berkuasa.
Birokrasi menurut Karl Marx merupakan suatu kelompok partikular yang sangat spesifik. Birokrasi bukanlah klas masyarakat, walaupun eksistensinya berkaitan dengan pembagian masyarakat ke dalam klas-klas tertentu. Lebih tepatya birokrasi adalah negara atau pemerintah itu sendiri.
Birokrasi adalah instrument yang digunakan oleh klas yang dominan untuk melaksanakan kekuasaan dominasinya atas klas-klas sosial lainnya. Dengan kata lain birokrasi memihak kepada klas partikular yang mendominasi. Birokrasi sendiri pada tingkatan tertentu mempunyai hubungan yang sangat erat  dengan klas yang dominan dan pada pemerintahan, eksistensinyab sangat tergantung pada klas yang dominan dan pada pemerintahan.
Birokrasi akan menjadi kekuatan yang otonomi dan opresif yang dirasakan oleh mayoritas rakyat atau masyarakat sebagai kekuatan yang misterius. Betapa tidak, disatu pihak birokrasi berbuat baik mengatur kehidupan rakyat akan tetapi dilain pihak kekuatan ini diluar jangkauan rakyat untuk mengontrolnya. Jika demikian birokrasi maka birokrasi itu menjadi kekuatan yang tertutup.
Read More..

Pengikut

Teman